Tes Psikotes berupa Logika Penalaran

Umumnya ketika mengikuti ujain psikotes, Anda akan dihadapakan dengan materi  tes psikotes berupa logika penalaran. Meskipun dalam variasi soalnya menggunakan materi verbal dan angka-angka, tes ini sebenarnya tidak menuntut proses pemikiran uji verbal maupun numerik. Intinya, tes logika digunakan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam memecahkan persoalan dengan logis.

Tes logika penalaran atau yang juga disebut dengan tes penalaran kritis didesain guna menilai bagaimana kemampuan peserta tes dalam keterampilan menafsirkan pola, urutan bilangan maupun relasi antar bentuk. Tes ini mirip dengan tes diagram, tes penalaran abstrak maupun tes penalaran induktif. Beberapa varian soal juga terdiri atas tes penalaran logis diagram serta verbal.

Ragam tes psikotes berupa logika penalaran ini antara lain;

  • Penalaran Logika Diagramatik

Tipe pertanyaan ini akan memaksa Anda menganalisa sejumlah data yang tersaji, lalu mengidentifikasi pola ataupun aturan yang mungkin kemudian memnentukan manakah objek yang belum sesuai dengan aturan maupun pola itu. dalam mengerjakan tes ini, peserta harus mencermati posisi relatif, jumlah dan hubungan antar item meliputi warna, bentuk dan orientasinya. Banyaknya varian dalam pola aturan ini memungkinkan adanya sejumlah data asing yang dapat mengecoh.

  • Penalaran Logika Numerik

Soal-soal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan peserta dalam berhitung dengan tepat dalam durasi yang dibatasi. Sementara ruang lingkup tes numerik ini bisa meliputi kalkulasi, estimasi, interpretasi, logika matematis sampai baris dan deret angka.

  • Penalaran Logika Verbal

Pada materi logika verbal, soal akan memuat rangkaian pertanyaan yang umumnya terdiri atas 20 sampai 30 pertanyaan berdasar pada suatu rujukan (stimulus). Stimulus ini sendiri akan memuat argumen, suatu kesimpulan yang berdasar bukti. Mengerjakan soal ini, peserta harus memahami stimulus kemudian menjawab berdasar pada hal tersebut.

Sedangkan varian pertanyaan yang biasanya muncul berupa penguatan, pelemahan, asumsi, titik utama, inferensi serta logika paralel. Setiap pertanyaan ini dibuat demi menguji bagaimana kemampuan peserta psikotes dalam menganalisa, memahami, mengevaluasi serta memanipulasi argumen.

Tes psikotes berupa logika penalaran ini pada umumnya digunakan dalam proses recruitment seperti halnya di bank baik swasta maupun negeri, investasi, akuntansi, layanan profesional hingga sejumlah perusahaan konsultan. Dengan mengetahui tipe soal ini, Anda sebagai peserta tentunya dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Related posts: